Pengurus Skandal Suap Indonesia (PSSI)


Oleh : Fred Wakum

TIMNAS Indonesia tiba-tiba jadi terkenal dan menjadi flamboyan karena jadi bahan pembicaraan hangat ke seantero jagad raya saat ini. Ironisnya bukan karena prestasi gemilang yang ditorehkan punggawa resmi Indonesia untuk mengangkat harga diri Bangsa dan Negara ini, malah terkenal karena peristiwa memalukan sepanjang sejarah persepakbolaan Indonesia, sehingga semakin membuat bangsa Indonesia terhina dan terpuruk dimata persepakbolaan Internasional.

Saking “terkenalnya” Timnas Indonesia usai melangsungkan laga “bersejarah” lawan Bahrain, FIFA pun melakukan investigasi mengenai pertandingan di Manama. Bagaimana bisa ? laga resmi antar Negara dalam suatu pertandingan jumlah kebobolannya bisa begitu banyak.

Menurut para pengamat sepakbola, peluang Bahrain untuk lolos ke putaran empat dengan membutuhkan sembilan gol tanpa balas, serta posisi Indonesia yang sudah tidak memiliki kesempatan sebelum pertandingan digelar. Hasil 10-0 itu sebetulnya sudah mengamankan Bahrain. Tapi The Red gagal lolos, karena Qatar mampu menahan imbang Iran 2-2.

Bukan Basket

Di halaman online Goal.com memberitakan sikap FIFA yang akan melakukan investigasi terhadap hasil pertandingan antara Bahrain dan Indonesia telah menarik perhatian majalah ekonomi ternama di Amerika Serikat, FORBES, untuk mengulas laga “monumental” Indonesia Vs Bahrain tersebut.

Menurut Goal.com, di laman resminya Forbes memasang judul: ‘Ini bukan Basket’. Sepakbola Indonesia Menghadapi Penyelidikan Menyusul Kekalahan 10-0.

Ini merupakan kali pertama sejak satu tahun terakhir majalah ekonomi terkenal dan bergengsi yang kerap mengeluarkan daftar manusia terkaya di dunia itu memuat artikel mengenai sebuah pertandingan di kawasan Asia. Sepakbola Asia yang sempat dimunculkan adalah ketika Nicolas Anelka hijrah ke Liga Utama Cina, demikian menurut Goal.com

Forbes juga mengutip pernyataan menteri koordinator perekonomian Hatta Rajasa yang mengatakan: “Sungguh menyedihkan melihat skor 10-0. Ini bukan basket, ini sepakbola.”

Di laman itu pun disebutkan mengenai situasi persepakbolaan Indonesia sepanjang 2011 lalu, yang membuat FIFA akhirnya turun tangan, sehingga PSSI sempat terancam akan dibekukan. Termasuk dikaitkannya Menpora Andi Mallarangeng dengan kasus suap Wisma Atlet.

Ditertawakan Malaysia

Kekalahan telak Indonesia atas Bahrain di laga kualifikasi Pra-Piala Dunia mengundang reaksi dari dunia internasional, menjadi bahan olok-olok di negara jiran Malaysia. Negara yang selama ini memiliki kultur rivalitas sepak bola dengan Indonesia itu menyoroti habis ketidakberdayaan timnas Garuda yang diberondong 10 gol tanpa balas.

Sejumlah pendukung Malaysia bahkan mencibir dan mentertawakan hasil kekalahan 0-10 Indonesia atas Bahrain. “0-10? Bola atau badminton? Begitu salah satu topik bahasan di situs terkemuka Malaysia Topix.

Beberapa warga Malaysia pun menjadikan kekalahan ini sebagai lelucon. “Bahrain pakai laser?“ ujar salah satu pendukung asal kuala lumpur bernama Tony.

Hujatan ini pun memantik emosi beberapa masyarakat Indonesia di situs Topix. “Tenang itu bukan timnas Indonesia, tapi timnasnya IPL,” komentar salah satu pengguna Topix.

Alamaaak …kemana penghinaan harga diri ini harus diletakkan ???

Menggiurkan

Penduduk Indonesia yang berjumlah 235 juta jiwa yang sebagian besar adalah penggila sepakbola membuat proyeksi peredaraan uang di dunia sepakbola Indonesia sangat menggiurkan bagi siapa saja entah dia Residivis, Pengusaha, Jendral sampai dengan Ilmuan.

Lihat saja Nirdin Halid ketika masih Ketua Umum PSSI, walaupun jelas-jelas telah mendekam di penjara sebagai residivis, tapi measih saja mengangkangi PSSI, tanpa sedikitpun merasa malu dengan statusnya saat itu, mala tetang-tenang saja menjadi Big Bos PSSI hingga keluar dari penjara dan kemudian harus digusur untuk turun tahta.

Pengusaha Arifin Ponigoro dan Jendral George Toisutta, merupakan contoh nyata dari kolaborasi kalangan Pengusaha-Militer yang tergiur dengan uang beredar dalam dunia sepakbola Indonesia.

Dan si profesorpun jebolan pertanian perkebunan di Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara ini yang seharusnya hidup sebagai seorang “bertapa” pun akhirnya turun gunung berlabuh di PSSI sebagai Ketua Umum akibat kemilaunya uang.

Namun jika kita beratanya apa motivasi menjadi ketua umum PSSI, maka jawabnya sangat nasionils : “….membangun sepakbola Indonesia untuk meraih prestasi Internasional, demi kejayaan Bangsa dan Negara Indonesia tercinta….”

Tapi kenyataan yang kita hadapi adalah sekelompok mafia yang kini duduk sebagai pengurus PSSI karena mereka Haus akan kekuasaan dan uang.

Skandal Suap.

Jika FIFA memulai penyelidikan resmi tentang insiden memalukan antara Timnas Indonesia Vs Bahrain dan menemukan bukti adanya pengaturan score yang melibathan kedua Timnas ini untuk meloloskan Bahrain ke fase berikutnya, maka sudah dipastikan ini merupakan Skandal Suap yang sangat memalukan.

Hal yang sangat memicu kecurigaan FIFA untuk mengadakan investidasi atas pertandingan Indonesia Vs Bahrain adalah : Pertama, menurut FIFA secara “head to head” skil individu antara kedua Tim tidak berbeda alias sama. Kedua, kemenangan tersebut sangat sesuai dengan “skenario” yang harus diperoleh Bahrain untuk lolos ke fase berikutnya dengan syarat harus menang 8 goal tanpa balas dari Indonesia dengan catatan jika Qatar kalah atas Iran.

Mungkin beda ceritanya lagi bagi FIFA kalau yang menjadi lawan Timnas “IPL” Indonesia adalah Timnas Belgia yang bertaburan bintang dan baru saja menjadi juara dunia.

Jika kemudian investigasi FIFA menemukan adanya skandal sepakbola Indonesia vs Bahrain yang telah “disiapkan” secara sistematis jauh – jauh hari sebelum oleh pengurus sepak bola kedua Negara, karena Indonesia sudah jelas “masuk kotak” sehingga sengaja “MENJUAL” pertandingan terakhir kepada Bahrain yang masih ada kemungkinan lolos dengan score tertentu jika Quatar kalah atas Iran. Maka “bukan salah bunda mengandung”, awan gelap akan segera menyelimuti dunia persepakbolaan tanah air akibat sangsi FIFA.

Kalau sudah bengini, maka tidak ada jalan lain kecuali seluruh Sporter dan Rakyat Indonesia harus ada REVOLUSI di tubuh PSSI mengganti semua mafia Pengurus Skandal Suap Indonesia (PSSI) dan mengembalikan organisasi tersebut ke fungsi sebanarnya yaitu Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: