TIMNAS INDONESIA MEMALUKAN !!!!!


Logo PSSIOleh : Fred Wakum

Sebelum pertandingan Timnas Indonesia Vs Bahrain yang disiarkan secara langsung semalam (29/2). Saya sudah siap-siap didepan TV ditemani Kopi dan gorengan untuk menyaksikan kejutan yang bakal disajikan oleh Timnas Indonesia yang diarsiteki pelatih Aji Santoso dibawah kepemimpinan Prof. Johar Arifin.

Karena sebelumnya coach Aji Santoso melalui Tribunnews. com menjamin bahwa Pemain Timnas Bermain Lepas Hadapi Bahrain…. “Sejauh ini persiapan tim bagus. Kami akan bermain bermain lepas disana..”

Terkejut & Malu

Ternyata bukan kejutan yang di tampilkan oleh Timnas Indonesia di Bahrain. Saya dan mungkin 200 juta pemirsa TV di Indonesia malah yang terkejut tak henti-henti . Malah Bukan terkejutnya sekali, tapi terkejut sampai 10 kali dan ironisnya Timnas Indonesia tidak satu kalipun membuat kejutan.

Meskipun saya bukan seorang pesepakbola – apalagi pelatih – tapi secara kasat mata dapat melihat bahwa para pemain Timnas Indonesia seperti anak SD yang baru belajar sepak bola, melawan Mahsiswa Tingkat S3 (Doktoral) yang telah malang melintang disunia sepakbola. Dalam bahasa yang paling sederhana adalah Timnas Indonesia kalah segalanya.

Ketika Timnas Indonesia kemasukan gol ke 8, tiba-tiba saya teringat dengan pernyataan Palatih Timnas Indonesia Aji Santoso: “ Kami akan bermain bermain lepas disana..” Maka sayapun berusaha merenungkan kembali pernyataan tersebut apakah yang dimaksud dengan “bermain lepas” adalah melepaskan setiap tendangan dari pemain Bahrain untuk masuk ke gawang Indonesia.

Tapi setelah score 10 – 0 untuk Bahrain, maka secara realitas harus mengakui bahwa pertandingan yang sedang berlangsung kelasnya ibarat murid-murid SD melawan Mahasiswa S3 ( Doktoral)

Keterkejutan yang paling terakhir saya dapatkan adalah ini merupakan kekalahan terbesar sepanjang Sejarah Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) sejak tahun sejak tahun 1934. Banyangkan, lebih lama daripada usia Negara Indonesia sendiri yang merdeka tahun 1945.

Apa kata dunia ?

Dan kita semua pasti sudah tahu tentang kebiasaan selalu mencari kambing hitam untuk menutupi kekurangan yang ada.

Kapten Tim nasional Indonesia, Abdul Rahman, menuturkan bahwa minimnya persiapan sebagai biang keladi kekalahan telak timnas atas Bahrain.

“Kita kalah segala-galanya. Tadi, tidak ada yang salah dalam game, apalagi mereka adalah tim yang sudah matang,” ungkapnya.

“Kita baru seminggu kumpul. Itu pun banyak yang pulang pas klubnya main. Jadi, kita tak bisa berbuat banyak,” sambungnya.

Bukan Hanya capten Timnas Indonesia kedua penyerang Timnas masing Ferdinand Sinaga dan Irfan Bachdim, berusaha curhat di Tweetrnya masing masing untuk mohon maaf atas kekalahan Timnas.

Lantas dengan memohon maaaf serta mencari-cari alasan akan menghapus tinta merah yang telah tercatat Sejara kekalahan terbesar sepanjang sejarah PSSI tersebut ? meminjam istilah dalam Film Naga Bonar…Apa kata dunia ?

Kongres Luar Biasa

Bercermin dari kekalahan terbesar dalam Sejarah PSSI sekaligus mencoreng derajat persepakbolaan Indonesia di mata internasional sepanjang masa, maka mau tidak mau harus ada yang bertanggung jawab.

Tanggung jawab tersebut bukan dalam permintaan maaf melalui media masa saja tetapi dalam bentuk yang nyata yaitu meletakkan jabatan – kalau tidak ingin bilang berhenti dari kepengurusan PSSI.

Disamping itu, untuk menyelamatkan PSSI dari keterpurukan yang semakin dalam, maka Kongres Luar Biasa (KLB) sudah bukan merupakan sesuatu yang “HARAM” lagi. Melalui KLB semua pihak yang saat ini sedang berseteru dapat mencari jalan keluar dengan win win solution yang akan membangkitkan kembalai Timnas Indonesia.

Ada baiknya semua klub/kesebelasan yang saat ini berlaga kelompok ISL (18 club) dan IPL (12 club) di leburkan dalam satu Kompetisi untuk 1 musim saja – mungkin wktunya akan panjang karena banyak club – kemudian klasemen 1 sampai 18 masuk liga utama, sesuai kesepakatan Bali, selainnya pindah ke devisi utama.

Dengan demikian kita akan mempunyai sebuah liga yang benar-benar berbobot karena diikuti oleh club-club terbaik, sehingga memudahkan untuk menjaring Timnas yang benar-benar berkwalitas, bukan Timnas Jadi-jadian yang akan memalukan. Semoga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: