PSSI ‘ MATI’ DI HARI KEBANGKITAN


Fred Wakum

Fred wakum

Oleh : Fred Wakum

Menyaksikan jalannya Kongres PSSI periode 2011-2015 di Hotel Sultan Jakarta, Jumat, 20 Mei 2011 – yang bertepatan dengan hari Kebangkitan Nasional – melalui TV swasta nasional, ibarat suatu drama reality show yang mampu mengobok perasaan seluruh pemirsa TV di Tanah Air, ada perasaan malu, marah dan sekaligus sedih yang membuat dada seolah-olah mau pecah.

Malu. Karena dihadapan utusan resmi FIFA dan AFC para peserta kongres yang mengaku diri sebagai Kelompok 78 yang mau tampil sebagai pahlawan, malah tampil kesiangan yang tanpa malu – malu menelanjangi diri sendiri dan mempertontonkan ketololan yang melebihi seekor keledai dungu yang secara sadar menjatuhkan diri pada lubang yang sama dalam tenggang waktu yg sangat singkat. Hebatnya lagi Kelompok 78 tidak merasa bersalah sedikitpun jika PSSI sampai dijatuhkan sangsi oleh FIFA, sehingga memberangus pengembangan bakat sepak bola Indonesia.

Marah, saat kita menyaksikan aksi Kelompok 78 tampil memaksakan kehendak laksana “manusia liar” yang tidak tahu tata krama dan sopan santun berorganisasi ketika mengajukan interupsi dan mengemukakan pendapat, sehingga muncul kata – kata kotor yang hanya patut keluar dari orang liar. Di TV adalah bagaimana Kelompok 78

Sedih. Ketika kita membayangkan bahwa masa depan para pemain mudah Indonesia yang kembali ke titik nol untuk mengulangi lagi liga “tarkam”

Mungkin Kelompok 78 ingin “tampil beda” untuk menyampaikan pesan kepada ratutusan juta pemirsa yang mengikuti drama reality show di TV swasta Indonesia, bahwa mereka adalah para pahlawan pembaharu dalam tubuh PSSI yang mampu mereformasi si “residivis” Nurdin Halid dari singasana PSSI-01.

Dalam suasana egois dan kesombongan yang dilandasi dengan ketololan, Kelompok 78 tidak sadar bahwa apa yang mereka sedang mempertontonkan secara live kepada kita semua adalah suatu kebodohan mereka yang mempermalukan bangsa Indonesia sendiri dihadapan utusan resmi Badan persepakbolaan dunia FIFA dan AFC, sekaligus mematikan PSSI dihari kebangkitan Nasional Indonesia 20 Mei.

Padahal seharusnya tanggal 20 Mei yang merupakan Hari Kebangkitan nasional, patut dijadikan moment bagi kebangkitan PSSI setelah hampir 10 tahun dibawah kepemimpinan Nurdin Cs tidak membuahkan suatu hasil yang dapat kita banggakan.

Lantas sebagai pemirsa awam kita mulai ragu – ragu tentang niat baik dan kemurnian motivasi perjuangan kelompok ini dan coba merenung pada diri sendiri sambil bergumam : Apa yang telah diberikan oleh George Toisuta (GT) dan Arifin Ponigoro (AP) kepada Kelompok 78 (K-78) sehingga begitu ngotot memperjuangkan nya ? Apakah ada suatu janji atau pemberian lainnya yang menggiurkan sehingga kelompok ini “maju tak gentar membela yang di coret FIFA” ?

Memperjuangkan AT – GT

Walaupun banyak penanya dengan berbagai versi dengan bahasa yang beraneka ragam – mulai dari bahasa Indonesia, Bahasa Inggris hingga ke Bahasa Daerah – namun pada dasarnya hujan interupsi Kelompok 78 (K-78) yang terjadi pada kongres PSSI 20 Mei yang lalu dapat disimpulkan dalam satu maksud yaitu : Mengapa George Toisuta (GT) dan Arifin Ponigoro (AP) tidak dimasukkan dalam bursa Ketua dan Wakil ketua PSSI periode 2011-2015 ?

Perjuangan tak mengenal lelah K78 untuk memperjuangkan kedua jujungan mereka menduduki singasana PSSI01 – 02 bukan dilakukan hanya didalam negri, saja tapi dilakukan sampai ke luar negri yaitu ke Pengadilan Arbitrase Olahraga Internasional – Court of Arbitration of Sport (CAS) yang dilakuakan oleh pengacara internasionalnya Patrick Mbaya

Hasil yang dperoleh dari Court of Arbitration of Sport (CAS) adalah menolak gugatan yang diajukan kubu George Toisutta (GT) dan Arifin Panigoro (AP) kepada FIFA. Alasan lembaga peradilan olahraga internasional itu adalah pihaknya tidak memiliki yuridiksi menangani kasus tersebut. Surat keputusan CAS tersebut ditandatangani Komite Banding CAS, Gunnar Warner. (Suara Karya, Jumat, 20 Mei 2011)

Walau demikian K78 tak patah arang atau pantang menyerah dan yang menjadi target terakhir mereka adalah Kongres PSSI di Hotel Sultan Jakarta, Jumat, 20 Mei 2011 yang lalu. Padahal secara sadar K78 tahu bahwa junjungan mereka – GT & AP – tidak diloloskan Oleh FIFA

Maka Hujan interupsi pun dilakukan secara sistematis saat kongres berlangsung yang akhirnya memaksa utusan resmi FIFA – Direktur Keanggotaan dan Pengembangan Asosiasi, Thierry Regenass – mau menjawab pertanyaan dari K78 yang mengikuti kongres PSSI, meskipun dirinya menjelaskan bahwa dirinya hanyalah seorang pengamat yang tidak akan mengeluarkan sepatah katapun. Tetapi akhirnya dirinya bersedia karena terus diminta oleh anggota kongres, sebagaimana dikutip http://www.goal.com

“Sebelumnya saya ingin menyatakan bahwa Sepp Blatter telah memberitahu saya bahwa dirinya ingin mendengar kabar baik darinya saat bertemu di Swiss. Sebenarnya saya adalah seorang pengamat yang tidak akan berbicara sama sekali, tetapi karena saya diminta maka saya akan menjelaskan sejelas-jelasnya,” ujar Regenass.

“FIFA telah melarang empat orang bukan hanya dua orang, dan salah satu esensi yang wajib dipegang oleh anggota FIFA adalah tidak boleh ada kegiatan yang berada di luar kontrol FIFA.”

“Anda bisa memilih untuk keluar dari FIFA dan AFC, atau anda juga bisa memilih untuk berjalan sesuai dengan regulasi FIFA dan Indonesia bisa berkancah di Internasional, dan juga dapat mensejahterakan sepakbola anda.”

“Saya sadar bahwa ada banyak yang kecewa karena kandidatnya tidak dapat dicalonkan. Tetapi jangan khawatir karena itu bukan akhir segalanya, karena larangan tersebut hanya berlaku untuk kongres tahun ini, empat tahun lagi mereka dapat dicalonkan.”

Mungkin K78 tidak tahu – atau pura – pura tidak tahu ? – bahwa AP adalah pencetus Liga Primer Indonesia ( LPI) yang berada diluar kendali PSSI yang merupakan wakil resmi FIFA di Indonesia, sehingga perbuatan tersebut dianggap TABU oleh FIFA.

Zaman Batu

Jika sampai FIFA memberikan sanksi dengan membekukan PSSI, maka dampak pertama dari sanksi tersebut adalah tim muda ini untuk tampil di Festival U-13 AFF di Malaysia pada awal Juni 2011

PERSIPURA dan SRIWIJAYA FC yang saat ini sedang berlaga di ajang AFCpun akan dikenakan diskwalifikasi dan Timnas U23 yang akan turun di SEA Games 2011, akan menjadi penonton Sepakbola di negeri sendiri. Bukan itu saja, kemungkinan besar Para Pemain Sepak bola Indonesia yang sedang berlatih di luar negri akan terkena imbasnya juga.

Para pemain-pemain pro yang saat ini sedang berlaga di Kompetisi ISL pun akan terkena sangsi tersebut, bahkan khabarnya Pelatih TIMNAS Indonesia Afred Riedl berencana hengkan jika FIFA menjatuhkan sangsi tersebut.

Artinya, sepakbola Indonesia terkucil dari dunia Internasional dan kembali ke zaman batu untuk memainkan tepakbola “ ala tarkam” dan sepakbola Indonesia ibarat Katak dalam tempurung.

Menghitung Hari

Menurut TEMPO Interaktif com, Senior Communication Advisor FIFA Wolfgang Resch mengatakan bahwa FIFA akan membahas laporan mengenai Kongres Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesoa pada 30 Mei mendatang. “Kami akan memberikan berita pers setelah pertemuan itu,” kata Wolfgang kepada koresponden Tempo di Zurich, Swiss.

FIFA saat ini masih menunggu laporan dari Direktur Keanggotaan dan Pengembangan FIFA Thierry Regenass, yang menghadiri Kongres PSSI di Hotel Sultan, Jakarta, tanggal 20 Mei dan dipimpin Ketua Komite Normalisasi PSSI Agum Gumelar.

Ini berarti bahwa seluruh masyarakat dan Insan Sepak Bola Indonesia dan sedang menghitung hari datangnya “kematian” Persepakbolaan Indonesia, dimana tidak ada lagi lagu “GARUDA DIDADAKU” yang membahana di seantero Stadion yang mampu membakar dan mempersatukan seluruh sporter Indonesia tanpa sekat-sekat kedaerahan, ras dan etnis ketika TIMNAS kebanggaannya bertanding atas nama negara.

Lantas, jika semuanya sudah begini, maka siapa yang mesti bertanggung jawab ? atau saling kempar tanggung jawab dan menghindar ? kita lihat saja nanti

Penulis adalah masyarakat awam dan tinggal di Timika

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: