RASIS & RASIALISME DALAM SEPAKBOLA INDONESIA


Oleh : Fred Wakum

PACASILA hanya ungkapan kosong-melompong belaka dan lebih cocok dijadikan sebagai hiasan dinding sekolah saja agar negara lain tahu bahwa Indonesia merupakan negara yang nyaman bagi perbedaan warna kulit. Namun kenyataannya Indonesia merupakan NEGARA RASIS & RASIAL yang tidak menerima perbedaan warna kulit untuk hidup dalam Negara Kesatuan ini

Bukti nyata ada pada sepakbola. SUPPORTER Indonesia Wilayah Barat ( Khususnya Pulau Jawa), yang selalu menghujat Klub Sepakbola yang datang dari luar pulau Jawa dan menunjukkan prestasi di tempat mereka. Bukan itu saja para pemain yang bermain di tempat merekapun selalu diperlakukan dengan RASIS & RASIALISME.

Contoh adalah CRISTIAN GONZALES disebut sebagai “anjing” oleh offisialnya sediri dari PERSIB Bandung. Padahal Cristian selama ini telah membuktikan komitmennya untuk mati-matian membela PERSIB Bandung tapi apa yang dia dapat kan ?? Bukan pujian malah kata-kata anjing sebagai balas budi.

Begitu pula dengan PERSIPURA, ketika mempertontonkan sepakbola atraktif, maka para suporter ramai-ramai mengeluarkan kata RASIS dalam sepakbola Indonesia. Para supporter sangat goblok untuk memahami bahwa kemampuan Club mereka kalah kwalitas dibanding dengan lawan-lawannya, sehingga dikalahkan atau bisa bermain imbang dengan tim tamu, meskipun didukung oleh puluhan ribuh suporter di dalam Stadion.

Para suporter ingin Timnya keluar sebagai pemenang, padahal kemampuan untuk itu tidak ada. Ibarat : “pungguk yang merindukan bulan”. Hanya duduk-duduk dibumi dan tidak mempunayi sayap tapi rindu terbang ke bulan. Apakah bisa ? pasti pembaca mengetahui jawabannya. Yah… ibarat PSSI rindu ikut PIALA DUNIA

Rasis dan Rasialisme yang dirasakan Tim-Tim dari luar Jawa, selalu terjadi ketika mereka datang untuk mencuri point di Pulau Jawa, ada saja cara yang selalu dipergunakan untuk menteror mental lawan untuk mencari kemenangan.

Kalau tidak ? ya….. jalan satu-satunya adalah Salahkan wasit dan hakim Garis. Mmemang, menyalahkan Wasit dan hakim garis adalah obat paling mujarab dari seorang pelatih untuk menutupi kemampuannya. Pelatih tidak introspeksi diri bahwa, apakah strategis saya sebagai pelatih sudah benar ? dan jawaban dari startegi yang benar adalah kemenangan.

Pelatih adalah Arsitek, kalau bangun rumah, jangan pakai atap yang bocor disana-sini. Kemudian ketika musim hujan datang dan rumah tersebut bocor, maka sang artitek (pelatih) akan menyalahkan musim hajan, Katanya : kenapa hujan mesti masuk kedalam rumah lewat bagaian yang bocor tersebut ?

PERCAYALAH …. Jika Pengurus Sepakbola, Pelatih TimNas dan para Sporter di Indonesia masih menjunjung tinggi RASIS dan RASIALISME dalam persepakbolaan Indonesia, maka PSSI tidak akan masuk Piala Dunia sampai kapanpun ……. Karena PSSI seharusnya dipahami sebagai – Persatuan Semua Suku Indonesia bukan hanya Persatuan Satu Suku Indonesia saja … semoga

Satu Tanggapan

  1. salam Om .saya setuju dgn apa yang disebutkan di atas ,
    terkadang hati juga kecewa karena sikap mereka terhadap para pemain dari Timur yang secara kualitas, fisik dan mental siap bersaing dan tidak kalah dengan pemain pemain dari luar negeri.
    Yang kita harapkan eksistensi mereka untuk maju di klub dalam laga internasional yang digelar FIFA,..
    Saya berharap para pemain Papua bisa membuka mata para pecinta bola tanah air, Untuk menunjukkan Kualitas pesepak bola Papua dan sekitarnya bahwa talenta dan bakat alam yang mereka miliki bukan cuma nama besar .
    Ayo wakil Papua Persipura Jayapura, hatimu untuk bola dan supporter pendukungmu,..buat kita bangga agar nama terukir indah di luar Papua dan Negeri ini, . . God Bless Us

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: