MEMACU PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM PROGRAM KEBERSIHAN KOTA TIMIKA


OLEH : FRED WAKUM
( JUARA 1 LOMBA ARTIKEL HUT KE 10 KAB TIMIKA, 2010)

Tidak dapat di dipungkiri lagi bahwa kebersihan Kota Timika masih sangat jauh dari apa yang diharapkan, jika tidak ingin mengatakan tidak terawat. Secara kasat mata kita dapat menyaksikan sampah yang masih sajabertebaran di beberapa pojok kota, bahkan sungai – sungai kecil yang melintasi daerah pemukiman penduduk di tengah kota Timika telah berubah fungsi sebagai ”TPS” ( Tempat Pembuangan Sementara) sehingga menyebabkan aliran sungai tersumbat, yang pada akhirnya akan merubah sungai tersebut sebagai sarang berkembang – biaknya nyamuk dan berbagai kuman lainnya, yang sewaktu-waktu dapat mengancam kesehatan penduduk.

Berbicara mengenai kebersihan, maka salah satu persoalan “klasik” Layanan Perkotaan yang sangat menonjol adalah pengelolaan kebersihan kota, dimana hal ini dapat juga ditemui di Kabupaten Mimika. Meski Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika telah bekerja ekstra guna memberikan layanan terbaik dalam bidang kebersihan kota ini. Seperti menyiapkan tempat pembuangan sampah dan telah menentukan waktu pembuangannya, namun perilaku tidak terpunji dari masyarakat untuk membuang sampah sembarangan masih terus dipertahankan Mungkin mereka menganggap sampah bukan masalah : “ …emang gue pikirin…?.” barangkali begitu pendapat mereka

Permasalahan

Menghadapi perilaku masyarakat yang acuh tak acuh dan tidak peduli terhadap kebersihan lingkungan disekitar mereka dan keinginan bersama untuk melibatkan mereka dalam kebersihan kota Timika, maka permasalahan yang timbul adalah : Seberapa jauh memacu peran serta masyarakat dalam program kebersihan kota Timika agar mewujudkan Mimika yang BERSEMI ( Bersih, Rapih, Sehat, Madani ) ?

Pra-kondisi

Untuk memacu peran serta masyarakat dalam program kebersihan Kota Timika masyarakat, maka pemerintah dan unsur terkait secara serius perlu mempersiapkan secara sistematis, maka diperlukan adanya suatu ”pra-kondisi” bagi program kebersihan Kota Timika secara menyeluruh dan sistematis, dengan cara :

1.Menerbitkan PERDA tentang : ”Kebersihan dan Pengelolahan Sampah Kota Timika”, sebagai landasan hukum dan opasionalnya masalah kebersihan dan tata cara pengelolaan sampah serta konsekwensi-konsekwensi hukum yang timbul jika terjadi pelanggaran

2.Memikirkan kemungkinan untuk Membentuk PD (Perusahaan Daerah) Kebersihan Kota Timika. Dimana Perusahaan ini merupakan Badan Usaha Milik Daerah yang bergerak dalam jasa pelayanan kebersihan di Kota Timika yang didirikan berdasarkan Peraturan Daerah PERDA yang khusus dibuat untuk maksud tersebut.

3.Pengalokasian & Pengelolaan Dana Kebersihan yang Transparan dari Pemerintah Daerah Mimika, sehingga masyarakat mengetahui dengan pasti bahwa : ”memang ada dana yang ditujukan untuk maksud tersebut ”

4.Pemerintah Daerah harus pandai menciptakan dan mempelopori program – program kebersihan yang ”smart” dan tampil sebagai ”icon” kebersihan, sehingga masyarakat tergerak untuk terlibat dalam program keberihan kota Timika. Misalnya Program ”JUMSIH” (Jumat Bersih) yang dilakukan tiap hari Jumat, dimana BUPATI dan WAKIL BUPATI dapat ”turun langsung” pada waktu tersebut untuk ikut bersihkan jalan sebagai contoh yang Positif.

5.Menempatkan reklame sebanyak mungkin ditempat – tempat strategis untuk mengajak warga Mimika agar peduli dengan kebersihan

Jika semua prasyarat tersebut telah di dipersiapkan dan dilakukan, maka tahap selanjutnya adalah masuk pada tahapan untuk merubah perilaku, image dan pandangan masyarakat terhadap kebersihan kota Timika.

Pada tahapan ini, masyarakat di rangsang untuk mengemukakan ide-ide orisil tentang kebersihan dilingkungan mereka masing – masing, dengan tetap diawasi oleh departeman terkait. Dan jika ada yang berhasil, maka Pemerintah Daerah – khusunya Dinas yang menangani masalah kebersihan memberikan apresiasi yang positif.

Pengelolaan

Apabila semuahnya telah berjalan sesuai ’skenario”, maka kita percaya bahwa Pengelolaan Kebersihan atau lingkungan hidup sebuah Kota tidak melulu mengandalkan peran Pemerintah Daerah semata. Melainkan dapat juga dilakukan secara sinergi bersama masyarakat untuk bekerja sama bahu membahu mulai dari tahapan perencanaan sampai dengan pengendalian segenap program yang telah disepakatinya. Sokongannya peran masyarakat terhadap program ketertiban,kebersihan serta keindahan (K-3) akan lebih efektif manakala melibatkan masyarakat

Ada banyak contoh program yang tidak melibatkan masyarakat dapat dipastikan program itu tidak akan memperoleh hasil yang optimal. Program, kebersihan juga mau tidak mau agar melibatkan khalayak secara luas. Kenapa dikatakan demikian, karena keberhasilan program kebersihan kota lebih menekankan pada proses penyadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan hidup. Dari hasil penilaian Dinas Lingkungan Hidup, hampir seluruh Kecamatan menunjukan belum optimalnya peranserta masyarakat terhadap urusan kebersihan kota.

Kedepan pembentukan sebuah forum masyarakat peduli lingkungan merupakan salah satu upaya guna meningkatkan peranserta masyarakat dalam pengelolaan kebersihan lingkungan. Secara ideal Forum Masyarakat Peduli Lingkungan ini dibentuk untuk menyelaraskan antara kepentingan masyarakat terhadap optimalisasi pengelolaan kebersihan lingkungan. Prinsip pembentukan forum itu sepenuhnya atas inisiatif murni atau muncul dari masyarakat.

Kita berharap dengan diefektifkannya jalinan kerja sama yang baik antara masyarakat, pemerintah dan unsur terkait lainnya dapat memberikan kontribusi positif bagi kemajuan pengelolaan lingkungan hidup di Kota Timika.

Tidak dapat disangkal bahwa betapa rumit serta kompleknya masalah pengelolaan lingkungan hidup khususnya program lingkungan kota Timika. Tanpa adanya kerjasama yang baik, mustahil program ini dapat menuai hasil. Hal ini membutuhkan visi serta komitmen bersama dalam merealisasikan program tersebut.

Pluralitas masyarakat Kota Timika dapat dikelola dan di manage secara professional sehingga menjadi daya dukung atau potensi unggulan bagi efektivitas pengelolaan lingkungan hidup itu sendiri. Bukan malah sebaliknya, peran serta masyarakat terhadap penyadaran dalam menjaga serta merawat Kota ini sangatlah menentukan. Tentu saja menciptakan sebuah Kota yang tertib, bersih dan indah serta asri agar didukung oleh semua pihak, dan partisipasi luas dari semua anggota masyarakat. Karena tanpa dukungan masyarakat ini mustahil program kebersihan Kota ini dapat direalisasikan.

Semangat kebersamaan harus kita tumbuhkan ditengah kerasnya kehidupan kota yang bersifat individulistik. Penyadaran akan kepedulian pengelolaan kebersihan ini adalah sebagian dari pada iman . Kita yakin warga Kota Timika adalah warga yang taat akan keberagamaannya. Kota yang mengusung misi masyarakat yang berakhlaq mulia, tidak terlalu kesulitan untuk mewujudkan urusan yang satu ini.

Bukankah Mimika BERSEMI ( Bersih Rapih, Sehat, Madani ) menjadi impian semua warga Timika ? ”Ayo mari kita wujudkan …”

10 Tanggapan

  1. semua ini cermin budaya korup yg tdk prnah peduli dgn penderitaan rakyat, kontradiksi skali bla dilihat gaya hidup pejabat2 timika saat ada diluar timika, contohnya di mall2 jkt, dgn gaya hidup yg lupa diri, kepala dinas tatakota timika contohnya, yg waktunya kalau disurvei mngkin lbih bnyak di kota2 lain termsuk jkt dibandingkan dgn di timika sendiri, smua itu tentunya dgn menggunakan dana yg tidak sdikit, shoping, intertain dgn orang yg bsa menyenangkan ybs, smg kedepan type2 pejabat spt ini tau diri, bahwa dana otsus itu utk kepentingan kesejahtraan rakyat, trmasuk kebersihan, saya punya data utk comentar ini

    • Betul bung Suryanto, kehidupan pejabat seperti itu sudah menjadi “kebiasaan” yang sulit dihilangkan. Sehingga perlu diberikan semacam shock teraphy buat mereka. sayangnya tidak ada tada dan bukti untuk masalah tersebut.

      Berhubung Bung Suryanto memliliki bukti-buktinya, maka silahkan dibuka di Internet / Website dengan data-data dan bukti-bukti tadi, agar semuanya menjadi terang benderang

      Salam
      Fred Wakum

  2. Salam kenal bang Fred.
    Saya Dwi Utomo, saya disini kurang dari 1 tahun, tetapi melihat tulisan bang fred dan mencermati opini dari beberapa masyarakat memang benar adanya bahwa timika perlu ditingkatkan kualitas SDMnya. Minimal peningkatan kedisiplinan dan etos kerja baik itu pegawai yang lokal maupun pendatang. Saya senang dengan suasananya yang asri dan budaya yang masih kokoh terpelihara yang pastinya akan menjadi nilai jual objek pariwisata yang tinggi.

    By the way, apakah di Timika ada komunitas blogger online bang? biar bisa saling mengenal dan meningkatkan gairah ngeblog syukur-syukur kalo bisa nambah jumlah orang yang ngeblog

    • Salam kenal kembali,

      Pertama-tama saya ucapkan selamat datan di Timika. Senang mendengar pengamamatan Bung Dwi yang sangat baik dan selalu terlewatkan oleh para tetinggi di daerah Timika ini.

      Kedua saya sangat tertarik dengan Ide sobat soal membentuk blogger Timika, saya kira itu hal yang perlu diangkat dan didiskusikan ke tingkat lebih lanjut. Karena saya juga punya pemikiran seperti itu, kebetulan sejalan dengan bung, disamping itu para blogger di Timika berlum ada wadahnya

      Salam Hangat
      Fred Wakum

  3. Bung Fred Wakum, Yth.

    saya sangat setuju dengan opini tsb, setidaknya ada yg memikirkan bagaimanana caranya untuk menjaga lingkungan agar tetep BERSEMI utamanya kitabisa menggalakkan & memasyarakatkan membuang sampah dengan benar (pd tempatnya), megurangi sampah dengan memanfaatkan kembali barang yg msh bisa dipake dan di daur ulang. dll
    semoga perjuangan Bung Fred tidak sia2 dan saya siap mendukung dlm hal ini.

    Terimakasih
    Salam Kenal ( Slamet)

    • Terima kasih bung, atas supportnya. Salam Hangat Dari Timika- Papua

  4. sy sangat setuju dgn opini bung fred,tpi ada yg perlu sy tambahkan.kami warga RT.09n sampai sekarang tepatnyanya di jln malkon sampai saat ini setiap hujan rumah kmi kebanjiran di karenakan tidak ada nya drainase,ini bkn lg msalah pembuangan sampah atau sebagainya yg menyebabkan banjir tetepi karna tdk adanya pembuangan air.di tambah lg pembuatan jalan yg tdk memikirkan kmi warga sekitar.kmi sangat kecewa dgn PEMDA dan PU yg hanya memikirkan pembangunan tampa memikirkan kami,tak ada tempat untuk kami mengaduh dan menangis karna kami memeng tdk pernah di anggap.ada sekitar 40 lebih yg kemasukan air dan rata setiap tahun kmi harus mengeluakan biaya untuk menaikkan banggunan kmi karna air semakin tinggi setiap ada pembangunan.mhn bang fred bisa membantu kami.berite kmi sempat di muat tggj 27 juli lalu tpi sampai sekarang tak ada tanggapan.

    • Saya bukan seorang pengambil keputusan. Tapi sebagai masyarakat Mimika, saya memberi masukan mengenai masalah DRAINASE sbb : (1) Adakan pertemuan Seluruh Warga dengan mengundang Ketua RT, Kepala Desa dan Kepala Distrik Plus Wartawan Radar Timika & Timika Expree (2) Hasil pertemuan dan Semua Wacana yang pberkembang dalam rapat tersebut di tuang dalam sebuah PROPOSAL lengkap dengan denah, Perincian(?) (3) Prtoposal tersebut diantar oleh Wraga + Aparat pemerintahan Desa untuk ketemu Bupati / Wakil bupati untuk minta pengarahan dan solusinya ( harus ada waktu pengerjaan yang pasti) (4) Kalau ketemu Bupati / Wakil Bupati tapi tidak terselesaikan, maka mengadi ke DPRD Mimika (jangan Demo) tapi Minta Udience dengan DPRD agar diterima dengan baik untuk bicarakan masalah ini secara intelektual. Kalau cara begini sudah tidak mempan…. berarti Pemerintah dan DEPRD Mimika tidak punya hati Nurani untuk rakyatnya ( terima kasih)

  5. bung fred,mohon bantuan nya bang,tlong klo bisa di bikinkan artikel.sy optimis artikel yg bang buat pasti dpt di muat karna bung sudah terkenal akan artikel bung yg mendpt juara 1,trims….

    • Pada prinsipnya saya tidak keberatan, tapi masalah apa yang akan ditulis dalam Artikel, karena banyak sekali masalah yang ada maupun terjadi disekitar kita. Semuanya itu merupakan “materi” yang sangat berharga untuk sebuah artikel, hanya saja : bagaimana kita merangkum semua “bahan-bahan” informasi tersebut sebagai sebuah artikel.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: