MENGKRITISI DIALOG JAKARTA –PAPUA


DIALOG ”AVONTUR-OPORTUNIS” PAPUA – JAKARTA

Oleh : Fred Wakum

Beberapa waktu belakangan ini, berbagai kelompok dan perorangan di Papua – mulai dari Elit Papua, Pejuang Papua Merdeka, Organisasi – Organisasi Perjuangan Papua Medeka hingga Rohaniawan dan Cendekiawan Papua bahkan Kepala Suku hingga Mahasiswa– begitu getol menyuarakan dialog Papua – Jakarta. Seolah-olah mereka telah terinveksi suatu ”virus”, entah itu “virus dialog”, “virus pengemis” atau mungkin “visrus penjilat”.

Masing – masing kelompok bahkan indivu, ingin tampil sebagai ”Tuhan Yesus” sang juru slamat umat manusia, untuk menyelamatkan manusia Papua dari keangkara – murkaan NKRI. Bahkan para ilmuan Indonesia (LIPI) ikut-ikutan untuk coba “memahami” kesengsaraan rakyat Papua melalui acara ROAD TO PAPUA dan kemudian mencoba menjelma sebagai “Juru Slamat” Rakyat Papua. Sebenarnya yang disebut ROAD TO PAPUA lebih tepat disebut ROAD TO ”KULIT” PAPUA, karena mereka tidak tahu apa yang terkandung dalam diri setiap Orang Papua. Sama dengan Orang Papua tidak tahu apa yang terkandung dalam diri Orang Jawa, Orang Sumatra, Orang Kalimantan dan Orang Makasar atau Ambon sekalipun.

Kembali kepada masalah dialog Papua – Jakarta. Salah satu hal yang sangat disayangkan dengan persiapan kearah tersebut adalah : Tidak solidnya kelompok-kelompok untuk menyampaikan keinginan masyarakat Papua. Juga belum pernah kelompok-kelompok tersebut datang ke setiap kampung atau desa di Papua untuk menanyakan masyarakat Papua : ” Apakah mau begabung dengan NKRI atau Merdeka secara Politis” Kemudian hasil itu yang di bawah ke meja perundingan untuk berunding.

Para perunding dengan Pemerintah Indonesia cenderung tampil ”bergerilya” perkelompok untuk mencoba membangun komunikasi dan mengadakan dialog dengan Jakarta atas-nama Masyarakat Papua, sehingga yang tergambar adalah sikap AVONTUR-OPORTUNIS yang membungkus dengan sempurna ambisi-ambisi terselubung dari pribadi-pribadi yang mengatas-namakan masyarakat Papua untuk berdialog dengan Jakarta.

Jika sifat / watak avontor-oportunis dan ambisi pribadi telah menyatu sebagai landasan untuk memulai dialog antara Papua – Jakarta dalam menjari solusi dalam kebuntuan politik tentang aneksasi Papua kedalam NKRI, maka sudah dapat dipastikan bahwa Rakyat Papua akan kembali menjadi korban para pemrakarsa dialog Papua –Jakarta.

Otonomi Khusus (Otsus) Papua dan MRP (Majelis Rakyat Papua) adalah bukti ”perselingkuhan” antara Jakarta – Elite Papua yang menyesatkan dan menuntun Rakyat Papua kedalam jurang kemiskinan dan penderitaan berkepanjanganan diatas tanah sendiri, sementara kecayaan alamnya diperkosa untuk memuaskan si “majikan”.

Semua orang telah tahu bahwa Pelaksanaan OTSUS selama ini sebagai ajang penghambur-hamburan uang bagi Pejabat Pemerintah Daerah di Papua. Malah Gubernur Papua Bas Suebu kemudian melebarkan sayap untuk ”mendidik” para Kepala desa Di Papua agar belajar korupsi melalui bantuan 100 juta perdesa di Papua. Apakah dengan adanya bantuan 100 juta per Kampung di Papua, telah meningkatkan standard hidup masyarakat asli Papua pada umumnya ?? Sampai sekarang penulis juga belum melihat suatu hasil apapun dari program tersebut.

Sedangkan MRP (Majelis Rakyat Papua) yang diharapkan Ganas seperti “harimau”, kini lebih menyerupai harimau dalam kebun binatang yang dijadikan suguhan bagi para pelancong ( baca pengunjung politik) dari luar negri bahwa memang Pemerintah Indonesia telah melaksanakan tugasnya di Papua. Padahal fungsi MRP telah ”dikebiri” sedemikian rupa sehingga fungsinya tidak lagi menyuarakan Suara Rakyat pribumi Papua, tapi sudah mulai membeo Jakarta karena takut kehilangan gaji dan jabatan, sehingga tidak salah jika rakyat memberikan kepanjangan MRP ( Majelis Rakyat Penakut)

Kini para ”Avontur –Oportunis Papua” melihat Dialog Papua – Jakarta sebagai suatu ”proyek & kesempatan” yang dapat memuaskan nafsu birahi keserakahan mereka. Sehingga dengan merendahkan martabat masyarakat Papua, mereka membentuk kelompok-kelompok dadakan datang mengemi-ngemis ke Jakarta untuk minta dialog.

2 Tanggapan

  1. Jouw Napi,
    Kehadiran naek melalui web FW-W ini merupakan contoh mantap yang harus diteladani oleh kita pu masyarakat intelektual Papua . Apresiasi saya berikan kepada naek. Dan, sebagai romawa Byak, tentu kami bangga dengan penampilan naek dengan sejumlah ide-ide kreatif -inovatif. Oya, jangan lupa bahwa kita Pemuda Byak sedunia akan Kongres Insos Kabor Byak di Waisai Kab. Raja Ampat. Info jadwal menyusul.
    Ok, saya mau titp tema sebagai pesan kawasa Byak saat ini: KOBEOSER, KOSAMBRAB, MA KOBAWES.

    Salam hormat dari Mnukwar,
    Kertum Insos-Kabor/Pemuda Byak Papua Barat,

    Arius Mofu

    • Kasumasa Napi Mofu, sudah berkunjung ke Blog saya & dan memberikan komentar di Blog ini oya… selamat yah untuk kongress yang akan dilakukan, mudah-mudahan membawa manfaat bagi masyarakat kita Biak khususnya dan Papua Umumnya. Salam Hangat dari Bumi Amungsa Mimika Papua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: