KAMPANYE DAMAI SEBAGAI PENDIDIKAN POLITIK BAGI RAKYAT MIMIKA


Oleh : Fredrik Wakum

Kampanye terbuka Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif Tahun 2009 telah dimulai secara serentak di seluruh Indonesia, pada Senin 16 Maret 2009 yang lalu. Hari pertama kampanye rapat umum, diisi dengan kegiatan kampanye damai oleh peserta pemilu dari tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota, semuanya membacakan ikrar kampanye damai dan sekaligus menandatangani deklarasi kampanye damai.

Untuk tingkat pusat, kampanye damai digelar di arena Pekan Raya Jakarta (PRJ). Acara ini dihadiri sebagian besar pimpinan partai politik peserta pemilu. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat serta Wakil Presiden Jusuf Kalla juga Ketua Umum Partai Golkar. Baik Yudhoyono maupun Kalla dicalonkan partainya untuk menjadi calon presiden 2009-2014, tidak lupa Megawati Sukarnoputri capres dari PDIP dan capres-capres lainnya seperti Prabowo dan Wiranto serta pimpinan-pimpinan partai ikut pula menghadiri momen penting tersebut.

Di Timika, pelaksanakan kegiatan Kampanye Damai, bertempat di lapangan Timika Indah. Kegiatannya berupa pawai iring-iringan kendaraan yang diikuti oleh 37 Partai Politik (Parpol) peserta pemilu di Kabupaten Timika, dibuka langsung oleh Bupati Mimika, Klemen Tinal, SE, MM, pukul 13.00WIT, walaupun agak ‘molor’ sedikit dari waktu yang di tetapkan.

Sebagaimana diketahui, jadwal kampanye yang diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU), ke-37 partai di Mimika akan secara bergilir mulai berkampanye dari tanggal 17 Maret hingga 5 April 2009 untuk melaksanakan kampanye terbuka dengan mengerahkan massa di lapangan terbuka yang telah di tetapkan KPU Mimika.

Kita semua mengharapkan bahwa melalui kampanye terbuka nanti semuanya akan berjalan damai, serta seluruh kontestan dapat mematuhi seluruh ketentuan serta tiga hari tenang sebelum kegiatan Pemilu legislatif 2009 pada 9 April nanti, sehingga memberikan pertunjukan tersendiri bagi masyarakat awam di Timika.

Sehingga Wakapolres Timika Kompol Jeremias Rontini, SIK dalam pembukaan kampanye di Timika, mengatakan bahwa : “Kita mau awali semua ini dengan damai, sehingga nanti jangan sampai melakukan aksi-aksi yang dapat memprovokasi keadaan, seperti saling mengejek, ataupun hal-hal yang bisa menimbulkan kekisruhan dan konflik ataupun memancing keributan,”

Situasi damai dan aman dalam pemilu di Kabupaten Mimika harus menjadi tanggung jawab bersama. Tanpa musim pemilu pun, kedamaian dan keamanan di Negeri Amungsa ini perlu dijaga sebagai keniscayaan dalam menciptakan kehidupan yang lebih “terjamin” keamanannya dan mencari nafkah

Maka, seyogianya momentum kampanye dan pelaksanaan pemilu digunakan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kedamaian dan keamanan. Dengan demikian, kampanye pemilu tidak hanya bersinggungan dengan pertarungan kekuasaan politik, tetapi dijadikan pula sebagai momentum memperkuat tekad menciptakan kedamaian dan keamanan serta mengangkat agenda pembangunan yang besar di Kabupaten Mimika

Sehingga perlu kita saling mengingatkan bahwa, pemilu dan demokrasi tidak hanya urusan menang atau kalah, tetapi juga sebagai sarana mendorong tanggung jawab untuk menciptakan bangsa dan negara yang sejahtera. Sebelum dapat mengapai cita-cita dan tanggung jawab demokrasi yang lebih luhur, tentu perlu dilewati proses kampanye dan pelaksanaan pemilu yang menjamin cara-cara luhur, damai, dan jujur.

Maka pernyataan Wakapolres mimika tersebut perlu digaris bawahi pada masa-masa kampanye terbuka ini, karena Pemilihan Umum merupakan salah satu bentuk pesta demokrasi di Indonesia yang diselenggarakan untuk menghargai pendapat rakyat dalam menentukan pemimpin negara dan wakil-wakil rakyat, sehingga harus dijaga ketertibannya secara bersama

Sedangkan pengertian kampanye sendiri ialah suatu tindakan yang bersifat dan bermuatan politik dan dilakukan oleh perorangan maupun kelompok yang terorganisir guna memperoleh dukungan pada suatu pengambilan keputusan.

Kita semua tidak inginkan bahwa semangat ikrar kampanye damai lebih sering dijadikan “hiasan” atau seremonial awal kampanye, yang tidak berdampak pada perilaku berkampanye parpol, khususnya para pendukungnya.

Di tengah kompleksitas sistem pemilu di Timika khususnya dan Indonesia umumnya yang belum sepenuhnya tersosialisasi dengan baik, kita berharap kampanye terbuka yang dimulai Senin lalu bisa berlangsung aman dan damai.

Kampanye bukan berarti semua peserta kampanye bisa berbuat sesukanya. Ada aturan main di sana ! Ada hak orang lain yang berpotensi terlanggar ketika aturan main kampanye terbuka diabaikan !

Keberhasilan kita melaksanakan pemilu yang berkualitas di Timika yang diawali kampanye yang damai, sekaligus akan mempertontonkan kepada dunia – (khususnya masyarakat Indonesia lainnya) – bahwa Timika bukan kota yang “TIAP MINGGU KACAU” tapi suatu Kota yang “TIAP MINGGU KALEM (tenang)” sehingga memicu kegairahan hidup di negeri ini.

Oleh sebab itu perlu kita himbau kepada para pemimpin politik di Timika bersama seluruh kader – kadernya, agar mau berkomitmen untuk mengendalikan massa partai dan tim sukses untuk menahan diri, menghindari intrik dan intimidasi, provokasi, pelecehan, pencemaran nama baik, harkat dan penghinaan sesama calon legislatif dalam bentuk apa pun selama berlangsungnya Pemilu Indonesia 2009. Lebih penting lagi seluruh peserta pemilu bersedia untuk tunduk dan patuh terhadap segala ketentuan yang berlaku selama Pemilu Indonesia 2009.

Karena kita maklumi bahwa, caleg yang berkualitas tidak dapat dihasilkan melalui sebuah mekanisme Pemilu yang anarkis. Oleh karena itu seluruh komponen masyarakat di negeri Amungsa ini sepakat untuk menyelenggarakan satu kegiatan akbar Pemilu Damai yang juga tentunya diawali dengan kampanye damai.

Perlu diketahui, bahwa pelaksanaan Pemilu Indonesia 2009 di negeri ini tidak semata-mata digelar untuk mencari figur sekaligus mengisi kursi-kursi dewan yang terhormat. Tetapi lebih dari itu, ada sebuah kepentingan yang lebih besar yang selalu kita bela, yaitu proses pendidikan politik untuk membawa masyarakat di Tanah Amunsa ini semakin dewasa dalam berdemokrasi.

Penulis adalah Koordinator Kompartemen Pendidikan & Politik LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) Kabupaten Mimika. ( Website : https://fredwakum.wordpress.com/)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: