PEMILUKADA MIMIKA MOLOR


PEMILUKADA MIMIKA MOLOR

Oleh : Fredrik Wakum

fred2Penulis  beberapa waktu lalu menulis sebuah artikel yang dimuat di harian ini dengan judul “KPU memble Pemilukada Mimika Molor”  (Radar Timika 12 Januari 2008) akhirnya benar-benar menjadi kenyataan bahwa “Pemilukada Mimika Molor”

Keputusan Pengunduran waktu pelaksanaan Pemilukada Mimika secara resmi diputuskan  melalui Rapat Pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mimika dan dituang dalam Surat Keputusan Nomor 02 Tahun 2008, yang menyebutkan bahwa : Pemilukada diundur hingga 19 Mei 2008.

 

Dengan demikian Surat Keputusan KPUD 02 / Thn 2008 sekaligus menganulir Surat Keputusan KPU sebelumnya Nomor 01 Tahun 2007 tentang jadwal tahapan Pemilukada tahun 2007 yang menetapkan bahwa waktu pencoblosan Mimika yang telah diagendakan semula pada 26 Maret 2008.

Penyebab

Menurut Ketua KPUD Mimika Anna Yosephina Balla, S.Ag, pergeseran jadwal pelaksanaan Pemilukada disebabkan oleh terlambatnya penyerahan data pemilih dari Pemda Mimika khususnya Bagian Tata Pemerintahan Setda Mimika kepada KPU. Padahal data tersebut, kata Anna, sebenarnya sudah ditandatangani Penjabat Bupati Mimika, A. Allo Rafra, SH pada 21 Januari 2008, namun kenyataannya baru diserahkan kepada KPU pada tanggal 28 Januari 2008 lalu.

Padahal sesuai jadwal sebagaimana diatur dalam Keputusan KPU Nomor 01, kata Anna, jadwal penyerahan data pemilih semestinya 31 Oktober 2007, namun kenyataannya terlambat selama dua bulan lebih. Menurutnya, ini sangat mempengaruhi jadwal yang sudah ada. (Radar Timika 05 Februari 2008)

Apakah penyebab utama mundurnya Pemilukada Mimika ini hanya semata-mata karena keterlambatan penyerahan data pemilih yang seharusnya telah diserahkan  31 Oktober 2007, tapi kemudian “baru” diserahkan ke KPU tanggal 28 Januari 2008 lalu? ataukah masih ada kendala – kendala lain juga ikut memberikan andil dalam molornya pelaksanaan Pilkada ini seperti : keterlambatan pengumuman kandidat-kandidat Cabub dan Cawabub Timika  yang selalu dikaitkan dengan masalah keamanan Timika yang tidak kondosif serta kemungkinan kendala-kendalah tehnis. Ketua KPUD Timika tidak menjelaskannya.

Yang jelas penyataan ketua KPUD Mimika  segera mendapat tanggapan / reaksi dari   Penjabat Bupati Mimika, Athanasius Allo Rafra, SH yang mengatakan bahwa bahwa, pengunduran waktu Pemilukada Mimika bukan karena keterlambatan penyerahan data pemilih dari Pemda Mimika kepada KPU semata, namun banyak faktor yang terkait satu sama lain

Bupati Allo Rafra juga memberikan penjelasan untuk menjernihkan permasalahan adanya persepsi keterlambatan data pemilih. Pemda sebelumnya sudah memberikan data pemilih dalam bentuk digital (Disket) kepada KPU Mimika pada Desember 2007 lalu. Entah karena apa, kata Bupati, pihak KPU saat itu mengembalikannya. Selain mengembalikan data dalam bentuk disket tersebut, lanjut Bupati, KPU juga meminta data dalam bentuk cetak sekaligus digitalnya. Akhirnya Pemda, berusaha membuat data pemilih tersebut semaksimal mungkin dengan cepat. (Radar Timika, 06 Feb 2008)

Sebagai masyarakat awam, pernyataan-pernyataan yang telah dikeluarkan yang dikeluarkan masing-masing pihak dalam kaitannya dengan pengunduran waktu pelaksanaan Pemilukada memberikan indikasi yang sangat jelas kepada kita bahwa : tidak ada koordinasi yang  harmonis antara KPUD sebagai  pelaksana Pemilukada Mimika   dengan PEMDA dan DPRD, sehingga masing-masing pihak berusaha untuk “cuci tangan” dalam masalah Pemilukada Mimika Molor.  Tentu saja hal ini akan berdampak pada kepercayaan masyarakat terhadap Kredibilitas lembaga / institusi penyelenggara Pemilukada tersebut

Hikmah Positif.

Oleh sebab itu semua  pihak diharapkan untuk memetik hikmah positif dan mau mengintrospeksi diri dari pelajaran  tertundanya Pesta demokrasi di Mimika antara lain : Pertama, segera membangun kembali komunikasi aktif yang positif antar berbagai pihak secara harmonis untuk dalam mempersiapkan pemilukada  Kedua, masing-masing pihak secara detail mengecek kembali semua persiapan sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya dalam mensukseskan Pemilukada

Ketiga, bagi  KPUD masih ada waktu untuk : (1) Melengkapi keanggotaan KPUD Mimika agar berjumlah 5 orang sehingga sesuai dengan UU bila akan mngadakan rapat Pleno.  (2) Mengecek kembali semua persiapkan yang telah dilakukan secara detail seperti : pengadaan Kotak Suara, surat suara, tempat-tempat pemungutan suara (3) Mensosialisasi jadwal Pilkada kepada masyarakat luas agar dapat mengikuti tahapan – tahapan pilkada di Mimika

Keempat, Setiap pasangan yang didukung koalisi partai, tim kampanye, tim sukses, dapat mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya  dengan selalu mematuhi peraturan yang dibuat oleh  KPUD dan Panwas Pemilukada Kabupaten Mimika.

Dan yang paling terakhir adalah kita masyarakat Mimika, sudah saatnya secara bersama – sama  terus menjaga suasana konsif saat ini, hingga memasuki masa pencoblosan dan pengumuman nanti stabilitas politik dan keamanan tetap terjaga. Bukankah kita selalu menginginkan pemimpin di Tanah Amungsa ini lahir lewat pesta demorasi yang benar – benar murni  ?  Semoga !

Penulis Tinggal di Timika

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: