KPUD Memble, Pemilukada Mimika Molor


KPUD Memble, Pemilukada Mimika Molor

Oleh : Fredrik Wakum

 

fred6Tidak berkelebihan, jika dikatakan bahwa saat ini Masyarakat Mimika dengan antusias selalu menunggu pengumuman hasil verifikasi KPUD Mimika terhadap bakal calon Bupati dan Wakil Bupati yang akan bertarung untuk memperebutkan kursi Mimika 1  periode 2008 –  2013

Antusiasme tersebut tercermin dengan jelas dari berbagai reaksi masyarakat Mimika melalui pernyataan – pernyataan  yang dikeluarkan oleh generasi muda, anggota DPRD Mimika hingga partai-partai politik

Kelompok generasi muda yang tergabung dalam anggota DPD KNPI Kabupaten Mimika antara lain : Kosgoro, BKPRMI (Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia) Pemuda PH, Pemuda Advent, MKGR (Musyawarah Kerja Gotong Royong), Pemuda Pancasila hingga Forum Intelektual Mimika, dalam pertemuan yang diadakan di Sekretariat DPD KNPI Mimika jalan A. Yani, mendeadline KPU agar segera mengumumkan hasil verifikasinya dalam jangka waktu seminggu (Radar Timika, 04 Januari 2008).

 

Bukan hanya itu, reaksi juga datang  dari Anggota DPRD Mimika – khususnya Sekretaris Pansus Pemilukada DPRD Kabupaten Mimika, George Deda – yang mempertanyakan tentang terterlambatan KPUD  Mimika melakukan verifikasi tersebut  (Radar Timika, 04 Januari 2008). Walaupun sebelumnya  menurut Ketua dan Sekretaris Pansus Pemilukada DPRD Kabupaten Mimika – Stefanus Rahangiar S.Sos, dan George Deda – bermaksud  memanggil  KPUD Mimika sehubungan dengan (Radar Timika 15 Desember 2007)

Bahkan beberapa partai juga sudah mulai tampil ikut menyuarakan hal tersebut seperti PKPI, PNBK, PNI Marhanisme, Partai Pelopor, PIB yang dalam pertemuan koordinasi di ruang Asoka Hotel serayu,  mendesak agar KPUD Mimika segera melakukan verifikasi (Radar Timika, 04 Januari 2008).

Reaksi ini terus berlajut, karena pernyataan Ketua KPUD Mimika Anna Bala  yang menyatakan bahwa  : KPU akan mengumumkan hasil verifikasi sebelum tahun 2008 (Radar Timika, 27 Desember 2007), namun hingga memasuki minggu ke dua Januari 2008, hasil klarifikasi masih belum kunjung tiba

Jika  KPUD Mimika mau “peka situasi”, maka pernyataan – pernyataan  / statmen yang diajukan untuk “menyentil” KPUD dapat dijadikan hal tersebut sebagai barometer mengenai apa yang menjadi keinginan masyarakat Mimika saat ini, yaitu suatu kerinduan  agar suksesi di Tanah Amungsa ini segera dilaksanakan.

Keamanan.

Salah satu alasan tertundanya pengumuman verifikasi oleh KPUD yang rencananya pada tanggal 24 Desember yang lalu adalah mengenai masalah keamanan, karena dikuatirkan ketika pengumuman Verifikasi dilakukan pada tanggal tersebut, akan terjadi konflik horizontal yang besar menjelang Natal di Mimika, sehingga menunda hasil Verifikasi sampai akhir 2007 (Radar Timika, 05 Januari 2008).

Penundaan penguman verifikasi tidak datang begitu saja. Penundaan tersebut berdasarkan hasil Rapat Terbatas yang di lakukan Hotel Serayu tanggal 21 Desember 2007 lalu, diikuti oleh : Bupati Mimika, Muspida Mimika (Dandim – Kapolres) dan Perwakilan DPRD Mimika, yang kemudian merekomendasikan pada KPUD untuk memunda pengumuman Verifikasi tersebut (Radar Timika, 05 Januari 2008).

Masalahnya, sampai memasuki minggu ke dua di tahun 2008 ini, KPUD Mimika masih belum ada indikasi untuk segera mengumumkan hasil verifikasinya, sehingga menimbulkan pertanyaan : Apakah situasi keamanan di Timika saat ini masih belum kondusif ? sehingga KPUD Mimika enggan mengumkan hasil verifikasi tersebut  ataukah ada  agenda lain dibalik semua ini ?

 Memble

Jika KPUD Mimika terkesan ‘bercanda dengan waktu” dan berginning dengan masalah keamanan atau alasan tehnis lainnya, maka tidak ada salahnya bila masyarakat akan memberikan stigma yang tidak menyenangkan  pada KPUD  yang dinilai “memble” karena :

Pertama, sebagai suatu Lembaga yang dibentuk dan mempunyai mempunyai kewenangan untuk melaksanakan Pemilukada  berdasarkan UU dinilai tidak independen, sebab mudah didikte dan diinvertensi (melalui tekanan) pihak-pihak  lain dalam setiap keputusan yang di buat, hal ini tercermin pada verifikasi administrasi yang bergeser dari jadwal yang ditetapkan.

Kedua, dengan berpedoman pada kini kerja seperti ini masyarakat dengan mudah akan memprediksikan perhitungan hasil akhir setelah Pemilukada digelar nanti. Bila saat verifikasi saja KPUD sudah sulit menentukan siapa yang akan ikut Pemilukada, maka akan lebih sulit lagi untuk mementukan kandidat mana yang akan keluar sebagai menang, jika perolehan suara para kandidat “hanya” beda tipis, sehingga saling mengkalim akan muncul antar kandidat. Maka tidak mustahil bila kandidat yang merasa “dikalahkan” akan segera menuntut pengulangan Pemilukada Mimika. Dan lagi-lagi menumuman siapa yang keluar sebagai “pemenang” dalam pemilukada bakal tersendat – sendat.

Molor

Molornya verifikasi yang terjadi saat ini secara langsung berimbas pada jadwal Pilkada yang semula direncanakan / ditetapkan berlangsung pada tanggal  26 Meret 2008 mendatang datang, pasti akan bergeser dari tanggal yang semula ditetapkan.

Walaupun KPUD akan berargumen bahwa, bukan hanya di Mimika saja didaerah lainpun Pilkada / Pemilukada juga sering molor dari jadwal yang telah ditentukan karena adanya faktor-faktor yang sulit diprediksi. Argumen seperti ini akan diterima sepanjang pergeseran waktunya pelaksanaan “hanya” bergeser beberapa hari dari tanggal yang ditetapkan.

Karena secara ekonomis, waktu yang  tertunda akan berkolerasi erat dengan cost yang dikeluarkan oleh KPUD untuk membiayai seluruh aktivitasnya. Apalagi saat ini Kantor KPUD masih belum diefektifkan secara optimal, sehingga dalam beberapa kegiatan terpaksa KPUD Mimika selalu berkantor secara “nomaden” alias berpindah-pindah.

Bila jadwal pilkada molor ditambah dengan cost yang tinggi, maka pada tataran yang lebih jauh mulai muncul ketidak-percayaan dan keragu-raguan masyarakat Mimika terhadap kredibilitas dan kemampuan personil KPUD Mimika yang dinilai inkosisten

Calon Independen

Salah satu hal yang patut diperhitungkan bila pelaksanaan Pilkada Mimika berlarut – larut adalah akan munculnya calon independen untuk ikut “bermain” dalam pilkada, karena pada tahun 2008 ini, sejumlah provinsi di Indonesia akan melakukan Pilkada seperti, Provinsi Sumut, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, NTT, dan NTB.    (Sinar Harapan, 01 Des 2007)

Sehingga  banyak  desakan telah diarahkan / ditujukan ke Pemerintah maupun DPR untuk segera merevisi UU 32/2004 pada tahun 2008 ini, karena banyak orang – terutama  mereka yang masuk calon independent – berkepentingan untuk tentang hal tersebut.

Bila “aturan main” mengenai calon independen telah disahkan, maka tidak mustahil calon akan muncul dalam Pemilukada Mimika. Karena persyaratan calon Independen yang saat ini sedang diperdebatkan di DPR adalah  calon tersebut mendapat dukungan 3 persen sampai 15 persen jumlah pemilih dan menyerahkan uang jaminan antara Rp 50 juta sampai Rp 1,4 miliar. (Suara Pembaruan, 08 Jan 2008)

Harapan

Kita semua berharap agar KPUD Mimika beritikad baik segera mengumumkan hasil verifikasi secara jujur, transparan, dan adil, berdasarkan fungsinya sebagai pelaksana Pemilukada didaerah ini sehingga semua pihak dapat menerima pengumuman tersebut dengan lapang dada

Juga semua komponen masyarakat, Pemerintah  dan Muspida didaerah ini dapat bersatu – padu untuk menciptakan Timika yang aman dan kondusif sebagai prasyarat untuk berlangsungnya Pemilukada Mimika  yang  Langsung, Umum, Bebas, Rahasia Jujur dan adil berdasarkan rasa kecintaan kita terhadap tanah Amungsa ini.

( Penulis tinggal di Timika )

 

 

2 Tanggapan

  1. makasih, saya ada kutipan sedikit tulisan di atas ini

    salam
    vebian magal

    • Bung Magal,
      Tidak apa-apa , silahkan dikutip tulisannya jika itu membantu.
      salam
      Fred

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: