PEMILUKADA TANPA DEBAT PUBLIK ?


 Jelang Pemilukada Mimika

PEMILUKADA TANPA DEBAT PUBLIK ?

Oleh : Fredrik Wakum

fred3Menurut ketua KPUD Anna Balla S.Ag : Menjelang pelaksanaan Pemililahan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pemilu Kada) 2008, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Mimika akan menyelenggarakan debat publik bagi calon Bupati dan Wakil Bupati  (Radar Timika, Selasa 23 Ocktober 2007)

”Masalah dana akan ditanggung oleh KPUD yang sudah memiliki sponsor dan direncanakan juga akan memungut dari para pasangan yang menjadi  peserta debat”

Pernyataan Ketua KPUD Anna Balla S.Ag, menjadi penting untuk dicermati, digaris bawahi dan  diangkat kembali ke permukaan sebelum memasuki masa kampanye 28 April – 14 Mei dan masa pencoblosan 19 Mei mendatang. karena :

Pertama, Debat publik merupakan salah satu ’mandatory’ (kewajiban) yang perlu di laksanakan oleh KPUD dan diikuti seluruh kandidat sebelum  masa pencoblosan. Hal ini sesuai dengan apa yang diamanatkan oleh undang – undang bahwa setiap “Pasangan calon wajib menyampaikan visi, misi, dan program secara lisan maupun tertulis kepada masyarakat” (UU no 32 /2004 ttg : Pemerintahan Daerah. Pasal 76 ayat 2)

Kedua, Debat publik secara langsung maupun tidak langsung menjadi ajang edukasi politik yang positif dan konstruktif bagi publik Mimika, sekaligus menjadi ajang uji kelayakan bagi para kandidat. Sehingga pada waktu pencoblosan nanti, publik Mimika tidak akan ”membeli kucing dalam karung”, karena masyarakat telah mengetahui kwalitas seorang kandidat serta visi – misi dan program kerja kandidat mana saja yang realistis dan berpihak pada rakyat, serta mana yang hanya menjual ”mimpi”.

Ketiga, Bagi para kandidat, debat publik dapat juga di manage dan dimanfaatkan secara optimal untuk mempertontonkan kemampuan intelektual dan kepemimpinannya dihadapan publik Mimika sebagai salah satu nilai plus yang ’menjual’.

Dengan demikian maka debat publik tidak perlu ditakuti atau dihindari terlebih dianggap sebagai momok, karena debat publik bukan merupakan ajang untuk saling menjegal apa lagi diproyeksikan sebagai cara untuk  menjatuhkan seorang kandidat.

Debat publik akan berubah menjadi ’neraka’ yang menakutkan, manakalah seorang kandidat tidak siap atau tidak mempunyai visi – misi dan program kerja yang jelas untuk diperdebatkan. Namun hal itu kemungkinannya sangat kecil, karena setiap pasang kandidat yang maju dalam pertarungan Mimika 1 sudah pasti mempunyai Visi – Misi dan program kerjanya masing-masing, jadi tidak perlu ditakutkan.

Tujuan

Karena menurut KPUD Mimika, debat publik itu sendiri diadakan dengan tujuan untuk : (1) Mengetahui visi dan misi seorang kandidat  bila kelak terpilih menjadi kepala daerah selama lima tahun mendatang.

(2). Mengetahui sejauh mana seorang calon kepala daerah mampu menghadapi berbagai kemungkinan terburuk di kabupaten Mimika. (3). Melihat sejauh mana kesiapan para calon, baik mental, pengetahuan maupun komitmennya dan mengetahui kemampuan calon seperti tampak saat menjawab pertanyaan yang diajukan tim independen.

(4). Melalui debat terbuka ini, masyarakat selain menjagokan seorang kandidat karena memiliki hubungan kekerabatan, tapi akan memilih seorang kandidat karena mengetahui kemampuan calon seperti tampak saat menjawab pertanyaan yang diajukan tim independen. (5). Sebagai  suatu ujian yang akan menentukan siapa yang pantas akan dipilih menjadi orang nomor 1 di Mimika

Dengan demikian, tidak berkelebihan jika dikatakan bahwa debat publik merupakan ajang untuk menjaring pemimpin berkualitas  yang mempunyai visi dan misi jauh kedepan, mengerti dan memahami berbagai permasalahan yang ada disekitarnya kemudian sanggup mencari solusi terbaik untuk mengatasi setiap permasalahan tersebut. Mau mendengar setiap aspirasi yang datang dari masyarakat, serta mampu memberikan rasa nyaman dengan melindungi/mengayomi masyarakat  yang dipimpinnya.

Permasalahan

Permasalahannya, sampai saat ini KPUD Mimika belum mensosialisasikan atau menjadwalkan waktu yang pasti untuk pelaksanaan debat publik bagi para Kandidat sesuai dengan pernyataan yang telah dilakukan oleh KPUD melalui Harian Radar Timika 23 Ocktober 2007 yang lalu ?

Padahal saat ini masyarakat Mimika dengan antusias selalu menunggu kapan KPUD menggelar acara tersebut dan waktu yang ideal adalah  sebelum kampaye resmi dimulai  pada tanggal 28 April – 14 Mei mendatang.

Sepertinya acara Debat Publik yang telah dikumandangkan jauh – jauh hari akan sulit terlaksana, karena satu minnggu sebelum masa kampanye (21  – 28 April) mendatang akan diisi  Kampanye melalui Media masa. Sedangkan Kampanye dimulai  28 April – 14 Mei  dan tanggal 14 Mei – 18 Mei merupakan masa tenang.

Ketidak mampuan KPUD melaksanakan Debat Publik, mungkin terbentur kendala  Keuangan, Penyediaan panelis / pakar yang ’konon’ masih disimpan KPUD, hingga tehnis pelaksanaan Debat Publik sendiri. Atau mungkin masalah ’keamanan’ yang selalu menjadi alasan kuno tapi favorit  bagi KPUD, akan dinyanyikan kembali lagi sebagai tameng, manakala KPUD tidak mampu. Mungkin juga ada alasan-alasan khusus lainnya yang hanya diketahui sendiri oleh Ketua KPUD  Mimika dan para stafnya

Inkonsisten KPUD

Bila  KPUD menganggap bahwa Kampanye melalui Media masa tanggal 21  – 28 April mendatang sudah cukup, karena melalui media masa dan dihadapan DPRD para kandidat telah memaparkan Visi – Misi  dan program kerja masing-masing

Maka pemikiran atau pendapat tersebut menggambarkan tentang Inkonsistensi KPUD terhadap salah satu  tugas Pemilukada dan pernyataan yang telah dibuat pada media masa, karena kampanye melalui media masa dihadapan anggota Dewan Yang terhormat hanya sebagai sarana indoktrinasi bagi masyarakat yang berisi ”mimpi – mimpi indah” yang di tebarkan oleh sang kandidat.

Masyarakat  dipaksakan dan disihir untuk menelan dengan mentah-mentah mimipi indah sang kandidat yang belum tentu dilaksanakan sepenuhnya dalam masa lima tahun kepemimpinannya

Suasananya akan lain, jika para pakar independen dibidangnya masing – masing akan mendengar seluruh visi-misi dan program kerja dari masing masing kandidat, kemudian melakukan penyanggahan dan masyarakat menyaksikannya sebagai penonton yang baik dalam acara debat publik tersebut.

Penting

Jika masyarakat Mimika menganggap bahwa debat publik merupakan suatu fase penting yang wajib dilakukan oleh KPUD sebelum masuk pada Pemilukada nanti, sekaligus sebagai ajang pendidikan politik bagi rakyat Mimika, maka kinilah saatnya bangkit bersama – sama menyuarakan hal tersebut.

Tentu saja suara tersebut kedengaran akan lebih ”nyaring”,  jika datang dari Tokoh – tokoh  masyarakat, tokoh wanita, Ormas dan LSM di Mimika yang merasa peduli terhadap pertumbuhan politik masyarakat diwilayah ini.

Jika Pemilukada dilangsungkan tanpa Debat Publik ? suatu yang jarang terjadi di Indonesia setelah masa reformasi. Aneh tapi nyata !

Penulis, adalah Koordinator Kompartemen Pendidikan & Politik LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) Kabupaten Mimika.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: