SKANDAL SEX DI PENGHUJUNG 2006


SKANDAL SEX DI PENGHUJUNG 2006
Oleh Fredrik Wakum

Di penghujung tahun 2006 masyarakat Indonesia kembali di suguhi dengan ulah memalukan (baca : skandal sex) salah seorang Anggota Dewan  yang terhormat. Skandal tersebut melibatkan  seorang kader Partai terbesar berinisial YZ dengan penyanyi dangdut ME yang videonya kini beredar luas di masyarakat, berkat kecanggihan tehnologi.

Skandal sering bertautan erat dengan pusat-pusat pemerintahan yang mempunyai kekuasaan  serta bergelimpangan materi  dan bukan saja terjadi didalam negri Indonesia saja tetapi diluar negri juga. Kita bahkan pernah dengar skandal Presiden AS Bill Clinton beberapa waktu  lalu, yang membawa kegoncangan di gedung Putih dan Amerika.

Skandal seks kali ini mendapat sorotan tajam masyarakat sebab melibatkan seorang pribadi yang selayaknya menjadi panutan nasional, karena masyarakat telah “melepaskan” hak suaranya melalui pemilu lalu untuk memenuhi kuota pundi-pundi suara, sehingga seseorang terpilih sebagai anggota Dewan yang terhormat selaku wakil rakyat. Apabila “si-wakil” yang dipilih sulit mempertahankan moral, maka masyarakat akan semakin sulit mempercayai anggota Dewan yang terhormat, karena penampilan, pembicaraan, perbuatan dan moral tidak selalu sejalan.

YZ saat ini menjabat Sekretaris Fraksi Partai Golkar (FPG) DPR RI. Juga selama ini banyak dikenal publik, apalagi di kalangan aktivis Ormas. YZ menjadi anggota DPR sejak periode 1999-2004 dan 2004-2009 untuk daerah pemilihan Jawa Timur. Sehingga Skandal ini bisa saja menyeret legislatif, mitra pemerintah dan yudikatif yang turut menentukan arah serta perubahan bangsa.

Melalui skandal sex ini, masyarakat akan menilai moral  dan  perilaku anggota Dewan  yeng terhormat. Memang kita tidak dapat menyangkal bahwa  semua  Dewan yang terhormat mempunyai perilaku yang baik, tapi  kita tidak dapat juga mengesampingkan peribahasa yang mengatakan “ karena nila setitik rusak susu sebelanga”

JK kecewa

Maka, sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar, Jusuf Kalla (JK) pantas menyatakan keterkejutan dan kekecewaan terhadap anak buahnya yang terlibat skandal seks, apalagi rekamannya beredar luas di kalangan DPR,  pers dan masyarakat.

Sebagaimana disampaikan Wakil Ketua Umum DPP Golkar Agung Laksono di Gedung DPR/MPR Jakarta, Jumat (1/12) yang kemudian dikutip berbagai mas media terkemuka di republik ini, berkaitan dengan skandal seks yang melibatkan YZ salah satu Ketua DPP Golkar.

“Beliau sangat terkejut dan tidak menyangka karena di luar perkiraan selama ini,” kata Agung Laksono kepada sebuah surat kabar setelah bertemu dengan JK. Menurut Agung Laksono, keterkejutan JK juga menampakkan kekecewaan karena citra partai tercoreng oleh tindakan kadernya yang menjadi pengurus di DPP. Karena itu, Golkar membentuk tim untuk menindaklanjuti penyelesaian kasus ini.

Tim terdiri atas Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Ketua DPP Golkar bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) Syamsul Maarif, Ketua DPP Golkar bidang HAM dan Otonomi Daerah Muladi dan Sekjen DPP Golkar Soemarsono.

Golkar segera meminta klarifikasi YZ dan bila benar YZ terlibat skandal seks, maka partai akan menjatuhkan sanksi. Sanksinya antara lain pemecatan dari kepengurusan DPP Golkar dan recall dari DPR RI, demikian pernyataan dari Golkar.

Video

Kasus hubungan badan antara ‘YZ’ dengan seorang pedangdut ‘ME’ ditenggarai berlangsung di sebuah hotel.  Dalam rekaman Video berdurasi lima menit tersebut, tergambar dengan jelas wajah pria anggota dewan, dengan perut agak buncit dan tidak mengenakan pakaian, berjalan menuju ke sebuah tempat tidur.

Sementara di atas tempat tidur sudah menunggu seorang artis seksi. Sang artis menutupi sebagian tubuhnya dengan kain putih. Sambil tersenyum, artis tersebut “menyambut”  sang anggota dewan yang mendekatinya. Rekaman selanjutnya menggambarkan adegan di atas ranjang.

Video skandal seks Anggota DPR-RI tersebut tiba-tiba menjadi buruan banyak pihak termasuk wartawan  dan Anggota Dewan lainnya yang ingin melihat adegan syur rekan mereka. Beberapa di antaranya berhasil mendapatkannya. Meski durasinya terbilang pendek, video berisi adegan hot itu membuat orang terbelalak. Sejumlah anggota Dewan dan saksi mata yang telah menyaksikan rekaman video mengaku melihat dengan jelas wajah keduanya.

Malah kini Vedeo  adegan porno anggota DPR – RI tersebut telah beredar di Millinglist, sehingga dapat diperkirakan bahwa peredaraan Video tersebut telah sampai juga ke luar Jakarta, hal ini berkaitan erat dengan kemajuan tehnologi, apalgi ukuran Video tersebut “hanya” 362 KB (Kilo Bite) dengan Format 3GP, sangat mudah berpindah dari posel yang satu ke lainnya, juga melalui email.

Beberapa versi terkait merebaknya adegan Video keduanya yang mengemuka di Koran Ibu Jakarta memberitakan bahwa perbuatan amoral YZ dan ME kemungkinnan dilakukan saat kampanye Pemilu Legislatif 2004 lalu.

Ada yang menyebutkan, rekaman video tersebut beredar setelah hubungan YZ dan ME berakhir kurang harmonis. Padahal pada awalnya keduanya dikabarkan ”sangat dekat” lantaran si artis merencanakan membuat album dan meminta politikus dari partai besar itu mendanainya.

Badan Kehormatan

Terlepas dari riuh rendahnya berita/ tanggapan yang menyertai peredaraan video porno tersebut, sebagai masyarakat, kita berharap pada para petinggi dewan, termasuk Badan Kehormatan DPR, selayaknya bertindak cepat untuk mencari kebenaran yang sesungguhnya. Hal ini diperlukan guna mencegah masyarakat semakin tidak percaya terhadap para anggota dewan dan lembaganya. Di samping itu, mengingatkan masyarakat bahwa tidak semua anggota berperilaku seperti di atas.

Dalam konteks pencarian kebenaran itu, kita berharap Badan Kehormatan DPR menjadikan moral sebagai sesuatu yang tidak ditawar-tawar lagi. Pandangan ini dikemukakan agar kita tidak mengikuti pola serupa yang pernah terjadi di negara lain, yakni bukan perilaku amoral yang ditargetkan dibenahi, melainkan unsur kebohongan para pelaku.

Sebaiknya kita percayakan kepada Badan Kehormatan DPR untuk secepatnya bekerja membersihkan rumah sendiri. Kecepatan merespons serta mengungkapkan masalah ini dengan sebenar-benarnya akan turut menentukan sampai seberapa jauh kepercayaan masyarakat makin menurun. Tentu saja kita berharap tidak akan menyebabkan merosot sampai ke titik nadir.

Terlepas dari skandal amoral tersebut, semua pihak menyadari bahwa DPR selama ini kurang berkinerja sebagaimana mestinya. Hal itu bisa dilihat dari persentase kehadiran dalam rapat internal maupun eksternal, penerapan fungsi kontrol terhadap pemerintah maupun produk perundang-perundangan yang dihasilkannya.

Di lain pihak, anggota dewan juga tidak peduli konstituennya dengan dalih telah mengeluarkan dana semasa kampanye. Money politics memang dilarang, tetapi pada kenyataannya terus berlangsung.

Skandal yang diduga melibatkan anggota DPR ini melengkapi daftar kerusakan perilaku oknum manusia Indonesia, seperti enggan bekerja keras, lebih suka terima jadi, melakukan korupsi, kolusi, dan nepotisme. Sejumlah hal yang beberapa puluh tahun lalu pernah dibukukan tokoh pers Muchtar Lubis (almarhum) hingga menimbulkan kehebohan.

Berdasarkan kenyataan tersebut, wajar saja jika dinyatakan masyarakat makin murung. Ini mengingat anggota DPR bukannya menjadi sumber berita baik, tetapi malah berita yang memalukan.

Bila menilik sekalian kinerja DPR akhir-akhir ini, kemungkinan besar peserta pemilih pemilu legislatif akan menurun, karena para pemilih menilai kurang memperoleh manfaat dari keikutsertaan dalam pemilu, yang berdampak pada kekurang percayaan terhadap lembaga yang kita hormati ini

Kita berharap semoga pembenahan moral yang akan dilakukan Badan Kehormatan DPR dapat menjadi momentum perbaikan kinerja DPR secara menyeluruh. Dengan demikian diharapkan dewan dapat kembali menjadi suatu lembaga yang dihargai rakyat karena penuh dengan mereka yang berdedikasi terhadap bangsa.  

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: