PERANAN INDIVIDU DALAM MASALAH GLOBAL WARMING


(Artikel ini menjadi Juara I Lomba karya Tulis HUT Harian Radar Timika ke 8 Tahun 2009)
Oleh : Fredrik Wakum

Radar Timika 28 Mei 2009

FWakumGlobal warming atau pemanasan global merupakan salah satu isu yang sangat penting di seluruh dunia saat ini selain terorisme. Sehingga pada tahun 2007 lalu, panitia pemberi Nobel – The Norwegian Nobel Committee – menganugerahkan Nobel Perdamaian kepada mantan Wakil Presiden Amerika Serikat, Albert Arnold (Al) Gore Jr, dan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) – sebuah lembaga panel internasional dibawah PBB yang beranggotakan para pakar lebih dari 100 negara di seluruh dunia – atas usahanya untuk membangun dan menyebarkan pengetahuan tentang global warming pada masyarakat dunia.

Global Warming merupakan fenomena peningkatan temperatur global dari tahun ke tahun karena terjadinya proses ‘efek rumah kaca’ (greenhouse effect) yang disebabkan oleh meningkatnya emisi gas-gas seperti Carbon Dioksida (CO2), Metana (CH4), Natrium Oksida (N2O) sebagai akibat dari energi matahari yang terperangkap dalam atmosfer bumi yang memanasi permukaan bumi sehingga menjadi panas, kemudian menghangatkan udara yang berada tepat di atasnya, karena menjadi ringan, udara panas tersebut naik dan posisinya digantikan oleh udara sejuk. Sebagian dari udara panas yang naik ke atas lantas ditahan dan dipantulkan kembali ke permukaan bumi oleh lapisan gas di atmosfer sehingga mengakibatkan pemanasan global.

Pemicu utamanya adalah akibat penggunaan energi fosil (bahan bakar minyak, batubara dan sejenisnya, yang tidak dapat diperbarui) secara berlebihan oleh negera-negera industri seperti Amerika Serikat, Inggris, Rusia, Kanada, Jepang, China, yang diakibatkan oleh pola dan gaya hidup konsumsitif masyarakatnya. Walaupun tidak terlalu besar, negara berkembangpun ikut juga memberikan andil melalui skenario pembangunan yang mengacu pada pertumbuhan Industri penghasil karbon dioksida. Di Indonesia, hal ini dilakukan melalui perusahaan tambang (migas, batubara dan pertambangan yang mengoperasikan mesin berbahan baku fosil). Selain itu kebakaran dan kerusakan hutan juga sebagai penyebabnya, Indonesia bahkan telah tercatat pada rekor dunia ”Guinnes Record Of Book” sebagai negara tercepat yang hutannya.rusak

Menurut IPCC fenomena alam akibat global warming dapat diamati secara kasat-mata seperti : (1). Pelelehan besar-besaran. di daerah Kutub sehingga Lapisan Es yang kian menipis dan adanya keanehan di kutub utara dengan mekarnya tumbuh-tumbuhan (2). Kebakaran hutan besar-besaran . (3). Situs purbakala cepat rusak. (4). Ketinggian gunung berkurang (5). Satelit bergerak lebih cepat (6). Habitat Makhluk Hidup Pindah ke Dataran Lebih Tinggi (7). Peningkatan kasus alergi dan kanker kulit

Kita di Papua juga dapat merasakan hal tersebut. Puncak Cartenz tidak lagi selalu tertutup salju dalam beberapa tahun terakhir ini yang menandai era berakhirnya eksistensi satu – satunya puncak bersalju di khatulistiwa. Tembagapura sudah tidak sedingin ketika tahun-tahun pertama Freeport membuka kawasan penambangan di daerah ini. Peninggian air laut di Pomako juga sudah mulai terasa meluber sampai ke darat, pada saat air pasang. Dan yang paling terasa adalah keadaan cuaca di Timika yang tidak menentu dan sangat panas. Semua ini mengindikasikan bahwa Global Warning telah menjangkau kita.

Oleh sebab itu cara-cara praktis dan sederhana yang bisa kita lakukan secara individu untuk ‘mendinginkan’ bumi, adalah: (a).Mengadakan effesiensi listrik seperti : Matikan listrik dirumah. jika tidak digunakan. Jangan tinggalkan alat elektronik dalam keadaan standby. Cabut charger telp. genggam dari stop kontak. Meski listrik tak mengeluarkan emisi karbon, pembangkit listrik PLN menggunakan bahan baker fosil penyumbang besar emisi. Ganti balon lampu yang hemat listrik dan awet. Bersihkan lampu karena debu bisa mengurangi tingkat penerangan hingga 5%. Jika terpaksa memakai AC maka tutup pintu dan jendela selama AC menyala. Atur suhu sejuk secukupnya, sekitar 21-24o C. Gunakan timer (untuk AC, microwave, oven, magic jar, dll). Usahakan untuk jemur pakaian di luar, dari pada memakai mesin pengering (dryer) yang banyak mengeluarkan emisi karbon, sebab angin dan panas matahari lebih baik

(b). Tanam pohon di lingkungan sekitar Anda. (c). Gunakan kendaraan umum,untuk mengurangi polusi udara. (d.). Hemat penggunaan kertas, karena bahan bakunya berasal dari kayu. (e). Say no to plastic, karena hampir semua sampah plastic menghasilkan gas berbahaya ketika dibakar. Atau Anda juga dapat membantu mengumpulkannya untuk didaur ulang kembali.

Yang paling terakhir adalah, sebarkan informasi ini kepada orang-orang di sekitar Anda, agar mereka peduli dan turut berperan serta dalam menyelamatkan bumi. Walaupun usaha ini kecil, tapi jika dilakukan secara masal dan konsisten, maka akan membawa manfaat yang besar terhadap Global Warning. Semoga !!

3 Tanggapan

  1. Pemikiran yang briliant om ^^b…
    Tapi kalo menurut gue, g’ isa deh GW dihilangkan, itu adalah fase yang pasti terjadi di muka bumi, mengingat bertambahnya manusia, nambah juga kendaraan dll yang mengelurkan gas2 berbahaya.
    Paling kita bisa ngruangin doank :D

    • Bung Rahmat, Setuju dengan Bung bahwa GW tidak dapat dihilangkan, tapi sebagai Individu kita dapat berbuat suatu hal yg paling tidak dapat sedikit ‘mengambat’, walaupun kalah bersaing dengan kerusakan yang dibuat (juga) oleh manusia itu sendiri

  2. Ayo dukung Taman Nasional Komodo menjadi salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia clik aja Ahmad Amin Udin

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.